Rahasia Sukses Hidup Sehat Ala Rasulullah Saw
Konon,
selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah
menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang
sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang
beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga
akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami
sakit lebih dari dua kali.
img : http://3.bp.blogspot.com
Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau
empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan
daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu
terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu
bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali
peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang
hebat.
Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit?
Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah
SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi
mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek
pencegahan daripada pengobatan.
Jika kita telaah Alquran dan Sunnah,
maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya
pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli
terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis
yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab
Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.
Rahasia sukses hidup sehat Rasulullah
Shallahu’alaihi wasallam diungkap oleh Prof. Dr. Musthofa Rimadhon.
Berdasarkan beberapa riwayat yang bisa dipercaya didapatkan gambaran
pola hidup sehat Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam, diantaranya :
Bangun Sebelum Subuh
Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah
adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan
melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara
sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori
oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi
metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas
seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi
Di pagi hari, Rasulullah saw menggunakan
siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut
merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila
mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi
terganggu.
img : http://snowyautumn.files.wordpress.com
Sarapan Air Dingin dicampur Madu
Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka
menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok
madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan
syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum
dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit.
Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung,
mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
Makan Tujuh Butir Kurma
Masuk waktu dhuha (pagi menjelang
siang), Rasulullah saw senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’
(matang). Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh
butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”. Hal itu terbuki ketika
seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah
percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh
Rasulullah saw kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam
kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan
tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun
tersebut.
Konsumsi Roti dicampur Cuka dan Minyak Zaitun
Menjelang sore hari, menu Rasulullah
biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga
mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali,
diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan
sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang
dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker
dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Perbanyak Sayuran
Di malam hari, menu utama makan malam
Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah
saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr.
Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin
istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan,
intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan
zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan
melindungi dari serangan penyakit.
Tidak langsung tidur setelah makan
Rasulullah saw tidak langsung tidur
setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan
yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah
dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat. Rasulullah saw bersabda,”
Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat,
serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat
hati kalian menjadi keras”. (HR Abu Nu’aim dari Aisyar r.a).
Makanan Tambahan Lainnya
Disamping menu wajib diatas, ada
beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin
mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan
daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau
labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau
juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
Berolahraga
Rasulullah saw sering menyempatkan diri
untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan
anak-ana dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan
istri tercintanya, Aisyah r.a.


